Selasa, 24 April 2012

WASIAT PERNIKAHAN


Oleh
Abu Abdurrahman bin Abdurrahman Ash-Shabihi

Anjuran Berwasiat Kepada Calon Isteri
 

Anas mengatakan bahwasanya para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam jika mempersembahkan (menikahkan) anak perempuan kepada calon suaminya, mereka memerintahkan kepadanya untuk berkhidmat kepada suami dan senantiasa menjaga hak suami.

Pesan Bapak Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan
 

Abdullah bin Ja’far bin Abu Thalib mewasiatkan anak perempuannya, seraya berkata, “Jauhilah olehmu perasaan cemburu, karena rasa cemburu adalah kunci jatuhnya thalak. Juga jauhilah olehmu banyak mengeluh, karena keluh kesah menimbulkan kemarahan, dan hendaklah kamu memakai celak mata karena itu adalah perhiasan yang paling indah dan wewangian yang paling harum”.

Pesan Ibu Kepada Anak Perempuannya
 

Diriwayatkan bahwa Asma binti Kharijah Al-Farzari berpesan kepada anak perempuannya disaat pernikahannya, “Sesungguhnya engkau telah keluar dari sarang yang engkau tempati menuju hamparan yang tidak engkau ketahui, juga menuju teman yang engkau belum merasa rukun dengannya. Oleh karena itu jadilah engkau sebagai bumi baginya, maka dia akan menjadi langit untukmu. Jadilah engkau hamparan baginya, niscaya ia akan menjadi tiang untukmu. Jadilah engkau hamba sahaya baginya, maka niscaya ia akan menjadi hamba untukmu. Janganlah engkau meremehkannya, karena niscaya dia akan membencimu dan janganlah menjauh darinya karena dia akan melupakanmu. Jika dia mendekat kepadamu maka dekatkanlah dirimu, dan jika dia menjauhimu maka menjauhlah darinya. Jagalah hidungnya, pendengarannya, dan matanya. Janganlah ia mencium sesuatu darimu kecuali wewangian dan janganlah ia melihatmu kecuali engkau dalam keadaan cantik. [1]

Pesan Amamah binti Harits Kepada Anak Perempuannya Saat Pernikahan.
Amamah bin Harits berpesan kepda anak perempuannya tatkala membawanya kepada calon suaminya, “Wahai anak perempuanku! Bahwasanya jika wasiat ditinggalkan karena suatu keistimewaan atau keturunan maka aku menjauh darimu. Akan tetapi wasiat merupakan pengingat bagi orang yang mulia dan bekal bagi orang yang berakal. Wahai anak perempuanku! Jika seorang perempuan merasa cukup terhadap suami lantaran kekayaan kedua orang tuanya dan hajat kedua orang tua kepadanya, maka aku adalah orang yang paling merasa cukup dari semua itu. Akan tetapi perempuan diciptakan untuk laki-laki dan laki-lakai diciptakan untuk perempuan. Oleh karena itu, wahai anak perempuanku! Jagalah sepuluh perkara ini.


Pertama dan kedua : Perlakuan dengan sifat qana’ah dan mu’asyarah melalui perhatian yang baik dan ta’at, karena pada qan’aah terdapat kebahagiaan qalbu, dan pada ketaatan terdapat keridhaan Tuhan.

Ketiga dan keempat : Buatlah janji dihadapannya dan beritrospeksilah dihadapannya. Jangan sampai ia memandang jelek dirimu, dan jangan sampai ia mencium darimu kecuali wewangian.

Kelima dan keenam : Perhatikanlah waktu makan dan tenangkanlah ia tatkala tidur, karena panas kelaparan sangat menjengkelkan dan gangguan tidur menjengkelkan.

Ketujuh dan kedelapan : Jagalah harta dan keluarganya. Dikarenakan kekuasaan dalam harta artinya pengaturan keuangan yang bagus, dan kekuasaan dalam keluarga artinya perlakuan yang baik.

Kesembilan dan kesepuluh : Jangan engkau sebarluaskan rahasianya, serta jangan engkau langgar peraturannya. Jika engkau menyebarluaskan rahasianya berarti engkau tidak menjaga kehormatannya. Jika engkau melanggar perintahnya berarti engkau merobek dadanya. [2]
Bahwasanya keagungan baginya yang paling besar adalah kemuliaan yang engkau persembahkan untuknya, dan kedamaian yang paling besar baginya adalah perlakuanmu yang paling baik. Ketahuilah, bahwasanya engkau tidak merasakan hal tersebut, sehingga engkau mempengaruhi keinginannya terhadap keinginanmu dan keridhaannya terhadap keridhaanmu (baik terhadap hal yang engkau sukai atau yang engkau benci). Jauhilah menampakkan kebahagiaan dihadapannya jika ia sedang risau, atau menampakkan kesedihan tatkala ia sedang gembira.
Tatkala Ibnu Al-Ahwash membawa anak perempuannya kepada amirul mukminin Ustman bin Affan Radhiyallahu ‘anhu, dan orang tuanya telah memberinya nasihat, Ustman berkata, “Pondasi mana saja, bahwasanya engkau mengutamakan perempuan dari suku Quraisy, karena mereka adalah perempuan yang paling pandai memakai wewangian daripada engkau. Oleh karena itu perliharalah dua perkataan : Nikahlah dan pakailah wewangian dengan menggunakan air hingga wangimu seperti bau yang ditimpa air hujan.
Ummu Mu’ashirah menasihati anak perempuannya dengan nasihat sebagai berikut (sungguh aku membuatnya tersenyum bercampur sedih): Wahai anakku.. engkau menerima untuk menempuh hidup baru… kehidupan yang mana ibu dan bapakmu tidak mempunyai tempat di dalamnya, atau salah seorang dari saudaramu. Dalam kehidupan tersebut engkau menjadi teman bagi suamimu, yang tidak menginginkan seorangpun ikut campur dalam urusanmu, bahkan juga daging darahmu. Jadilah istri untuknya wahai anakku, dan jadilah ibu untuknya. Kemudian jadikanlah ia merasakan bahwa engkau adalah segala-galanya dalam kehidupannya, dan segala-galanya di dunia.
Ingatlah selalu bahwasanaya laki-laki anak-anak atau dewasa memiliki kata-kata manis yang lebih sedikit, yang dapat membahagiankannya. Janganlah engkau membuatnya berperasaan bahwa dia menikahimu menyebabkanmu merasa jauh dari keluarga dan sanak kerabatmu. Sesungguhnya perasaan ini sama dengan yang ia rasakan, karena dia juga meninggalkan rumah orang tuanya, dan keluarga karena dirimu. Tetapi perbedaan antara dia dan kamu adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan, dan perempuan selalu rindu kepada keluarga dan tempat ia dilahirkan, berkembang, besar dan menimba ilmu pengetahuan. Akan tetapi sebagai seorang isteri ia harus kembali kepada kehidupan baru. Dia harus membangun hidupnya bersama laki-laki yang menjadi suami dan perlindungannya, serta bapak dari anak-anaknya. Inilah duaniamu yang baru.
Wahai anakku, inilah kenyataan yang engkau hadapi dan inilah masa depanmu. Inilah keluargamu, dimana engkau dan suamimu bekerja sama dalam mengarungi bahtera rumah tannga. Adapun bapakmu, itu dulu. Sesungguhnya aku tidak memintamu untuk melupakan bapakmu, ibumu dan sanak saudaramu, karena mereka tidak akan melupakanmu selamanya wahai buah hatiku. Bagaimana mungkin seorang ibu melupakan buah hatinya. Akan tetapi aku memintamu untuk mencintai suamimu dan hidup bersamanya, dan engkau bahagia dengan kehidupan berumu bersamanya.
Seorang perempuan berwasiat kepada anak perempuannya, seraya berkata, “Wahai anakku, jangan kamu lupa dengan kebersihan badanmu, karena kebersihan badanmu menambah kecintaan suamimu padamu. Kebersihan rumahmu dapat melapangkan dadamu, memperbaiki hubunganmu, menyinari wajahmu sehingga menjadikanmu selalu cantik, dicintai, serta dimuliakan di sisi suamimu. Selain itu disenangi keluargamu, kerabatmu, para tamu, dan setiap orang yang melihat kebersihan badan dan rumah akan merasakan ketentraman dan kesenangan jiwa”.
[Disalin dari buku Risalah Ilal Arusain wa Fatawa Az-Zawaz wa Muasyaratu An-Nisaa, Edisi Indonesia Petunjuk Praktis dan Fatwa Pernikahan, Penulis Abu Abdurrahman Ash-Shahibi, Penerbit Najla Press]
_________
FooteNote
[1]. Ahkamu An-Nisa karangan Ibnu Al-Jauzi hal.79
[2]. Ahkamu An-Nisa karangan Ibnu Al-Jauzi hal. 80

Selasa, 18 Oktober 2011

Dengarlah pinta sederhanaku ini


♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥  


Dengarlah pinta sederhanaku ini,

Sesungguhnya aku hanya ingin..



Menjadi ibu dari anak-anakmu,

Menjadi juru masak dari laparmu,


Menjadi teman dari sepimu,

Menjadi pendengar dari keluh kesahmu,



Menjadi tangis dalam sedihmu,

Menjadi tawa dalam bahagiamu,



Menjadi penopang dalam rapuhmu,

Menjadi penyejuk dalam marahmu,



Menjadi makmum dalam sholatmu,

Menjadi pengamin dalam doamu,

Menjadi maaf dalam khilafmu,



Maka.. Peluklah aku dengan syahadatmu,

Hangatkan aku dengan sholatmu,

Belailah aku dengan Shaum-mu,

Kecuplah aku dengan imanmu,

Naungi aku dengan Munakahat,



Karena aku gudang cintamu,

Bukan gudang nafsumu..


4m me L.U.Q.Y.A.N.A

♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Selasa, 11 Oktober 2011

** Jangan Terlalu mencari KESEMPURNAAN **



*Setelah kamu memberi banyak PENGHARAPAN
kepada seseorang… *
*Setelah ia mulai MENYAYANGIMU hendaklah kamu MENJAGA hatinya…. *
*Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja…. *
**
*Kerana dia akan TERLUKA oleh kenangan bersamamu *
*dan mungkin TIDAK dapat MELUPAKAN segalanya selagi dia mengingatmu. … *

*Jika kamu menadah air biarlah berpada, *
*jangan terlalu mengharap pada takungannya dan janganlah menganggap ia **begitu
teguh…. *
*cukuplah sekadar KEPERLUANmu. .. *
*Apabila sekali ia retak…. tentu sukar untuk kamu menampalnya semula….
Akhirnya ia dibuang…. *

*Sedangkan jika kamu **coba** memperbaikinya mungkin ia masih dapat
dipergunakan lagi…. *
*Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, *
*TERIMALAH seadanya…. *
*Janganlah kamu terlalu mengaguminya dan janganlah kamu menganggapnya begitu
ISTIMEWA…. *
**
*Anggaplah dia manusia biasa. Apabila sekali dia melakukan KEKHIILAPAN bukan
mudah bagi kamu untuk menerimanya. … *
*akhirnya kamu KECEWA dan meninggalkannya. *

*Sedangkan jika kamu MEMAAFKANNYA boleh jadi hubungan kamu akan TERUS hingga
ke akhirnya…. *

*Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi… *
*yang kamu pasti baik untuk dirimu. *
*Mengenyangkan. Berkhasiat. *
*Mengapa kamu berlengah, *
***cuba **mencari makanan yang lain.. *
*Terlalu ingin mengejar kelazatan. *
*Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya. Kamu akan MENYESAL.

*Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan…..yang pasti
membawa KEBAIKAN kepada dirimu.*
*MENYAYANGIMU. .. MENGASIHIMU. .. *
*Mengapa kamu berlengah, *
***cuba **MEMBANDINGKANNYA dengan yang lain. *
*Terlalu mengejar KESEMPURNAAN. *
*Kelak, kamu akan KEHILANGANNYA apabila dia menjadi milik orang lain.. *
*Kamu juga yang akan MENYESAL…*

“WAHAI JIWA-JIWA YANG TENANG JANGAN SEKALI-KALI KAMU MENCOBA JADI TUHAN
DENGAN MENGADILI DAN MENGHAKIMI.BAHWASAN YA KAMU MEMANG TAK PUNYA DAYA DAN UPAYA,SERTA KEKUATAN UNTUK MENENTUKAN KEBENARAN YANG SEJATI.
BUKANKAH KITA MEMANG TERCIPTA LAKI-LAKI DAN WANITA,SERTA SUKU-SUKU DAN BANGSA-BANGSA YANG
PASTI BERBEDA.
BUKANKAH KITA MEMANG HARUS SALING MENGENAL DAN
MENGHORMATI, BUKAN UNTUK SALING BERCERAI-BERAI DAN BERPERANG ANGKAT SENJATA!”

“Wahai orang-orang yang beriman!Jika datang kepada kamu sesuatu berita,maka
selidikilah kebenarannya, supaya kamu tidak menimpakan sesuatu kaum dengan
perkara yang tidak diingini dengan sebab kejahilan kamu ( mengenainya )
sehingga menjadikan kamu menyesali apa yang kamu lakukan.” (
al-Qur’an,al- Hujurat ( 49 ):6 )

ღ¸.•´¯)♥ஜ♥ Semua tentang CINTA ♥ஜ♥)¯´•.,ღ


Jiwaku berkata dan menasihatiku agar mencintai semua orang yg membenciku. …
Dan berteman dengan mereka yg memfitnahku…


Jiwaku menasihatiku dan mengungkapkan kepadaku bahwa cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai. ..
Tetapi juga orang yang dicintai…


Sejak saat itu bagiku Cinta ibarat jaring lelabah di antara dua bunga, dekat satu sama lain, tp kini dia menjadi suatu lingkaran cahaya…
di sekeliling matahari yg tiada berawal pun tiada berakhir melingkari semua yang ada dan bertambah secara kekal selamanya…


cinta adalah sebuah fitrah naluri setiap insan sejati...
mencintai tak sepatutnya menuntut kesempunaan dr seseorang yg kita cintai..
melainkan dgn kita mencintaix kita mampu membuat dirix lebih sempurna dgn adax kita yg mencintaix... cintailah cinta dgn setulus jiwa...


bungkam segala ego diri maupun ketamakan hati yg menuntut setiap org yg kita cintai mengerti ..
kerana pecinta sejati tak mengenal kata pilih kasih...
tak mengenal kata meminta kembali....
melainkan selalu Ridho dgn ketetapan Illahi Rabbi...


lalu….

Jiwaku menasihatiku dan mengajariku agar melihat kecantikan yang ada di sebalik bentuk dan warna…
Jiwaku memintaku untuk meratap semua yang buruk dengan tabah sampai nampaklah keelokannya..

Sesungguhnya sebelum jiwaku meminta dan menasehatiku…..
Aku melihat keindahan seperti titik cahaya yang terhalang asap,..

tapi sekarang asap itu telah menyebar dan menghilang, dan aku hanya melihat cahaya yang terang…



SAHABAT… Bila dirimu sekarang sedang menunggu seseorang untuk menjalani kehidupan menuju RidhoNya, bersabarlah dengan keindahan,…!!!


Demi Allah dia tidak akan datang karena ketampanan, kepintaran ataupun kekayaan. ..!!! Tetapi Allahlah yang akan menggerakkan….!!!


Janganlah tergesa mengekspresikan Cinta kepada dia.. sebelum Allah mengizinkan. ..!!!


Belum tentu yang kamu Cintai adalah yang terbaik untukmu…
Siapakah yang lebih mengetahui melainkan Allah???


Simpanlah segala bentuk ungkapan Cinta dan derap hati rapat2.... , Allah akn menjawabnya dgn lebih Indah di saat yg tepat…..

_muhasabah CINTA _

Kolaborasi dua insan manusia …. ^_^

Ini adalah khutbah terakhir Nabi Muhammad S.AW disampaikan pada 9hb zulhijjah tahun 10 hijriyah

Wahai manusia, dengarlah baik-baik apa yang hendak kukatakan. Aku tidak mengetahui apakah aku dapat bertemu dengan kamu lagi selepas ini. Oleh itu dengarlah dengan teliti kata-kataku ini dan sampaikan kepada orang-orang yang tidak dapat hadir disini pada hari ini.
Wahai manusia, sepertimana kamu menganggap bulan ini dan kota ini sebagai suci. Kembalilah harta yang diamanahkan kepada kamu kepada pemiliknya yang berhak. Janganlah kamu sakiti sesiapapun agar orang lain tidak menyakiti kamu lagi. Ingatlah bahawa sesungguhnya kamu akan menemui Tuhan dan Dia pasti membuat perhitungan diatas segala amalan kamu. Allah telah mengharamkan riba, oleh itu segala urusan yang melibatkan riba dibatalkan mulai sekarang.
Berwaspadalah terhadap syaitan demi agama kamu. Dia telah berputus asa untuk menyesatkan kamu dalam perkara-perkara besar, maka berjaga-jagalah supaya kamu tidak mengikutinya dalam perkara-perkara kecil.
Wahai manusia sebagaimana kamu mempunyai hak atas isteri kamu, mereka juga mempunyai hak keatas kamu. Sekiranya mereka menyempurnakan hak mereka keatas kamu maka mereka juga berhak untuk diberi makan dan pakaian dalam suasana kasih saying. Layanilah wanita-wanita kamu dengan baik dan berlemah lembutlah terhadap mereka kerana sesungguhnya mereka adalah teman dan pembantu kamu yang setia. Dan hak kamu keatas mereka ialah mereka sama sekali tidak boleh memasukkan orang yang kamu tidak suka ke dalam rumah kamu dan dilarang melakukan zina.
Wahai manusia, dengarlah bersungguh-sungguh kata-kataku ini, sembahlah Allah, dirikanlah sembahyang lima kali sehari, berpuasalah di bulan Ramadhan, dan tunaikanlah zakat dari harta kekayaan kamu. Kerjakanlah ‘Ibadah Haji’ sekiranya kamu mampu. Ketahuilah bahawa setiap muslim adalah saudara kepada muslim yang lainnya kecuali dalam taqwa dan beramal soleh.
Ingatlah, bahawa kamu akan menghadap Allah pada suatu hari untuk dipertanggungjawabkan di atas segala apa yang kamu telah kerjakan. Oleh itu awasilah agar jangan sekali-kali kamu terkeluar dari landasan kebenaran selepas ketiadaanku.
Wahai manusia, tidak ada lagi Nabi atau Rasul yang akan dating selepasku dan tidak akan lahir agama baru. Oleh itu wahai manusia, nilailah dengan betul dan fahamilah kata-kataku yang telah aku sampaikan kepada kamu. Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara, yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya, nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya, itulah Al-Quran dan Sunnahku…
Hendaklah orang-orang yang mendengar ucapanku, menyampaikan pula kepada orang lain. Semoga yang terakhir lebih memahami kata-kataku dari mereka yang terus mendengar dariku. Saksikanlah Ya Allah, bahwasanya telah aku sampaikan risalah-Mu kepada hamba-hamba Mu…